HaiHealth – Demam Berdarah Masih Menjadi Ancaman Serius, Mengapa Banyak Orang Baru ke Rumah Sakit Saat Kondisi Sudah Berat?

HaiHealth - Demam Berdarah Masih Mematikan, Mengapa Banyak Orang Baru ke Rumah Sakit Saat Kondisi Sudah Kritis?

Demam Berdarah: Ancaman yang Sering Diremehkan

Setiap tahun, ribuan masyarakat Indonesia terinfeksi Demam Berdarah Dengue (DBD). Meski kampanye pencegahan terus dilakukan, masih banyak penderita yang datang ke rumah sakit dalam kondisi sudah kritis. Ironisnya, sebagian besar kasus berawal dari gejala ringan yang dianggap hanya demam biasa.

Pertanyaannya, mengapa penyakit yang sudah lama dikenal ini masih menjadi ancaman serius?

Virus Dengue dan Bahaya yang Mengintai

Demam Berdarah Dengue disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Nyamuk ini berkembang biak di lingkungan rumah, terutama pada genangan air bersih yang tidak terkelola.

Ketika virus masuk ke dalam tubuh, penderita dapat mengalami:

  • Demam tinggi mendadak
  • Nyeri kepala berat
  • Nyeri belakang mata
  • Nyeri otot dan sendi
  • Mual dan muntah
  • Ruam kemerahan pada kulit
  • Penurunan nafsu makan

Pada sebagian pasien, kondisi dapat berkembang menjadi Dengue Berat yang menyebabkan kebocoran plasma darah, syok, perdarahan hebat, hingga kematian apabila tidak segera ditangani.

Fase Kritis yang Sering Tidak Disadari

Salah satu fakta yang masih banyak tidak diketahui masyarakat adalah fase kritis DBD sering muncul ketika demam mulai turun.

Banyak keluarga mengira pasien mulai sembuh karena suhu tubuh menurun. Padahal, pada fase inilah risiko syok dengue meningkat.

Tanda bahaya yang harus segera diperiksakan ke rumah sakit:

  • Nyeri perut hebat
  • Muntah terus-menerus
  • Mimisan
  • Gusi berdarah
  • Sesak napas
  • Lemas ekstrem
  • Kulit pucat dan dingin
  • Penurunan kesadaran

Mengapa Kasus DBD Sulit Diberantas?

Beberapa faktor yang membuat kasus DBD terus muncul antara lain:

1. Lingkungan yang Mendukung Perkembangbiakan Nyamuk

Bak mandi, talang air, pot bunga, ban bekas, hingga tempat minum hewan dapat menjadi sarang nyamuk.

2. Perubahan Iklim

Curah hujan tinggi dan suhu yang meningkat mempercepat siklus hidup nyamuk pembawa virus dengue.

3. Kurangnya Kesadaran Masyarakat

Masih banyak masyarakat yang hanya melakukan pembersihan lingkungan ketika terjadi kasus DBD di sekitar tempat tinggalnya.

Cara Mencegah Demam Berdarah yang Direkomendasikan Ahli

Terapkan 3M Plus

Menguras
Tempat penampungan air minimal seminggu sekali.

Menutup
Seluruh wadah penyimpanan air.

Memanfaatkan Kembali
Barang bekas yang dapat menampung air hujan.

Plus

  • Menggunakan lotion anti nyamuk
  • Memasang kawat kasa
  • Memelihara kebersihan lingkungan
  • Menghindari gigitan nyamuk pagi dan sore hari
  • Menanam tanaman pengusir nyamuk

Benarkah Jus Jambu Bisa Menyembuhkan DBD?

Ini salah satu mitos yang paling sering beredar.

Jus jambu dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi tubuh, tetapi tidak dapat menyembuhkan virus dengue. Penanganan medis tetap diperlukan terutama pada pasien dengan gejala berat.

Kesimpulan

Demam Berdarah Dengue bukan penyakit yang boleh dianggap sepele. Keterlambatan penanganan dapat menyebabkan komplikasi serius. Mengenali gejala sejak dini, memahami fase kritis, dan menjaga kebersihan lingkungan merupakan langkah penting untuk melindungi diri dan keluarga.

Dr. Veri Sudiarsa

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Kementerian Kesehatan RI

WHO – Dengue and Severe Dengue

WHO Dengue Fact Sheet

WHO Indonesia

WHO Indonesia Dengue Information

CDC Dengue Information

Artikel ini bersifat edukatif dan informatif. Informasi yang disajikan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, maupun pengobatan langsung oleh dokter atau tenaga kesehatan profesional. Jika mengalami gejala yang mengarah pada Demam Berdarah Dengue (DBD), segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Dipantau oleh Dr. Veri Sudiarsa.